PUISI

Membaca puisi, kirim puisi.....

CURHAT

Mau curhat? Disini tempatnya... Kerahasiaanmu DIJAMIN!

RAMALAN

Bukan mengajak percaya, tapi mari kita pahami diri kita melalui RAMALAN...

NONTON FILM

Mau nonton film - film terbaru? Gak usah kemana - mana... Disini juga bisa!

SEMUA ADA DISINI

Apa yang kamu inginkan, Apa yang kamu butuhkan, SEMUA ADA DISINI!

Tampilkan postingan dengan label Metodologi Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodologi Penelitian. Tampilkan semua postingan

Metodologi Penelitian BAB XIII


BAB XIII
TEKNIK PENULISAN CATATAN KAKI

A. Cara Mengutip

  1. Kutipan dimaksudkan untuk menambah kejelasan dan menguatkan pendapat. Kutipan langsung merupakan pernyataan yang dituliskan dalam susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikitpun. Sedang dalam kutipan tidak langsung susunan kalimat asli diubah dengan susunan kalimat penulis.
  2. Kutipan lebih dari 4 (empat) baris diketik berspasi satu, baris pertama seperti alinea baru, seterusnya dimulai 4 (empat) pukulan ketik dari baris margin kiri. Bagian kalimat yang dikutip diletakkan antara tanda kutip (”.....”), kutipan 4 (empat) baris atau kurang diketik berspasi 2 (dua) dimasukkan ke dalam teks dan ditempatkan dia antara tanda kutip (”.....”).
B. Cara Menulis Catatan Kaki (Foot Note)

Catatan kaki maksudnya memberikan catatan tambahan tentang sumber yang dikutip, sehingga diletakkan pada halaman yang sama di bawah teks, dibatasi oleh garis sepanjang 14 pukulan ketik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan catatan kaki adalah :
  1. Tanda catatan kaki diletakkan di ujung kalimat yang dikutip dengan menggunakan angka arab diketik setengah spasi. Contoh : ...... konsepsi tentang hasil belajar PPKn siswa SMP didasarkan pada matra kognitif, dengan mengukur 3 aspek.
  2. Catatan kaki pada tiap bab diberi nomor mulai dari no 1 dan seterusnya dari mulai dengan no 1 kembali pada bab yang baru.
  3. Catatan kaki diketik satu spasi dan dimulai langsung dari batas pinggir kiri atau dapat dimulai setelah enam ketukan tik dari pinggir asalkan dilakukan secara konsisten.
  4. Nama pengarang yang banyaknya sampai 3 orang dituliskan lengkap sedangkan yang lebih dari 3 orang hanya dituliskan nama pengarang pertama ditambahkan kata et al (et alii = dengan kawan-kawan)
  5. Kutipan diambil dari halaman tertentu di sebutkan halaman nya dengan singkatan p (pagina) atau h (halaman) dengan catatan harus konsisten. Bila kutipan dirangkum dari beberapa halaman, misalkan halaman 1 sampai dengan 8 maka ditulis pp 1-5 atau hh 1-5.
  6. Satu kalimat mungkin terdiri dari beberapa catatan kaki. Dalam keadaan seperti ini, tanda catatan kaki diletakkan di ujung kalimat yang dikutip sebelum tanda bacaan penutup, sedangkan untuk kalimat yang deluruhnya terdiri dari satu bagian, tanda catatan kaki diletakkan sesudah tanda bacaan penutup kalimat. Contoh : Larrabe mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang dapat diandalkan10 sedangkan Richter melihat ilmu sebagai sebuah metode11 dan Conant mendefinisikan ilmu adalah serangkaian konsep sebagai hasil dari pengamatan dan percobaan12
  7. Penulis yang tulisannya diambil sebagai kutipan hanya disebut kan nama familinya saja dan kalau lebih dari 3 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dikutip dengan et al.
  8. Sebuah buku yang diterjemahkan harus ditulis baik pengarang maupun penterjemahan buku tersebut sedangkan sebuah kumpulan karangan cukup disebutkan nama editornya.
  9. Sebuah makalah yang dipublikasikan dalam majalah, koran, kumpulan karangan atau disampaikan dalam forum ilmiah dituliskan dalam tanda kutip yang disertai dengan informasi mengenai makalah tersebut. Contoh : 15161718
C. Pengulangan Kutipan

Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan memakai notasi :

  1. Ibid (Ibidem = dalam tempat yang sama). Notasi Ibid dipakai tidak diselang oleh pengarang lain. Contoh : Ibid , p.150. Ini berarti kutipan dan karangan B. Suprapto seperti yang tercantum pada catatan kaki no 18 tapi nomor halamannya berbeda.
  2. loc cit (loco citato = dalam tempat yang telah dikutip) Notasi ini dipakai bila melakukan pengulangan dalam sumber dan halaman yang sama tapi diselang oleh pengarang lain. Dalam pengulangan ini, nama pengarang tidak ditulis lengkap tapi hanya nama familinya saja. Contoh misalnya kita mengulang kutipan Miriam Budiardjo dalam catatan kaki no 17 tapi terhalang karangan B. Suprapto, maka digunakan loc.cit20
  3. op.cit (opere citato = dalam karya yang telah dikutip). Notasi ini dipakai bila melakukan pengulangan dari sumber yang sama namun halaman yang berbeda dan telah diselang oleh pengarang lain.
  4. Bila dalam kutipan ada seorang pengarang yang menulis beberapa yang menulis beberapa judul karangan, maka dituliskan judul karangannya sebagai pengganti loc.cit atau op.cit. Contoh : Larrabe, Reliable Knowledge p.6
  5. Bila ingin mengutip sebuah pernyataan yang ternyata dikutip dari buku (karangan) lain, maka kedua sumber itu kita tuliskan sebagai berikut : Robert K.Merto N ”The Ambivalence of Scientist”. 1972. pp. 77-97. Dikutip langsung (atau tidak langsung) oleh Maurice N.Richter. Science as a Cultural Process Schenkrnen, p. 114.
D. Cara Menulis Daftar Pustaka

Ada perbedaan dalam penulisan catatan kaki dan daftar pustaka perbedaan penulisan ini disebabkan karena perbedaan fungsi dari catatan kaki dan daftar pustaka. Tujuan utama dari catatan kaki adalah mengidentifikasikan sumber yang spesifik dari karya yang dikutip. Sedangkan daftar pustaka mengidentifikasikan karya ilmiah itu sendiri.

Berikut ini adalah contoh membuat daftar pustaka. Sistem yang kita pakai adalah sistem urutan abjad nama penulis. Penulisan dimulai dari batas margin dengan jarak 1 spasi. Sedangkan jarak antara pustaka adalah 2 spasi. Perhatikan contoh-contoh di bawah ini :

1. CONTOH DARI JURNAL/TERBITAN BERKALA
Wildy,H.and Wallace.J. “Understanding Teaching or Teaching for Understanding: Alternative Frame Work for Science Classroom”. Journal of Research in Science Teaching  Vol.32. No.3, 143-157.1995

Hawkes, Stephen J. “Teaching the Truth About pH” Journal of Chemical Education. Vol.71, No.9, 747-749. 1995.

2. CONTOH BUKU-BUKU
Sjahrir, Sutan. Sosialisme dan Marxisme : Suatu Kritik Terhadap Marxisme. Jakarta : Jambatan, 1976

Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : Grasindo, 1988.

3. CONTOH DARI LAPORAN PENELITIAN
Contemporary Political Science : A Suvey of Methods, Research and Teaching. Paris : Unesco, 1950. (Publication No. 436)






  

Metodologi Penelitian XII


BAB XII
FORMAT PROPOSAL DAN
FORMAT LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN 


FORMAT PROPOSAL

A. Identifikasi dan perumusan masalah

  1. Ruang lingkup masalah
  2. Identifikasi masalah
  3. Rumusan masalah
B. Analisis masalah
C. Perumusan hipotesis
D. Membuat rencana tindakan
E. Pelaksanaan tindakan
F. Pengolahan dan penafsiran data
G. Pelaporan hasil

FORMAT LAPORAN MENGIKUTI SISTEMATIKA FORMAT PROPOSAL, TETAPI ISI DARI LAPORAN MENCAKUP :


  1. Gagasan umum peneliti, termasuk pengembangan penalaran untuk praktek.
  2. Tindakan yang telah dirumuskan itu terlaksana, dan bagaimana tindakan itu dirumuskan kembali untuk masa datang.
  3. Pelaksanaan pemantauan, apakah ada kemacetan, apakah terjadi perubahan teknis.
  4. Situasi tempat dilaksanakan tindakan
  5. Tindakan strategi yang dilakukan, apakah terus, apakah diubah ?
  6. Konsekuensi tindakan yang dilakukan, terantisipasi, tak terantisipasi.
  7. Perubahan peran semua yang terlibat
  8. Keberhasilan usaha untuk menjaga kerahasiaan, keleluasaan pribadi, kehati-hatian.
  9. Perbaikan dalam praktek dan pemahaman terhadap praktik
  10. Pendapat peneliti setelah melakukan tindakan terhadap subyek penelitian.

Metodologi Penelitian BAB XI


BAB XI
LANGKAH - LANGKAH PENELITIAN TINDAKAN

Langkah-langkah penelitian tindakan biasanya tidak terjadi dalam alur yang lurus. Apabila terjadi perubahan masalah pada waktu penganalisaan masalah, maka diperlukan identifikasi masalah baru. Data diperlukan untuk memfokuskan masalah dan mengidentifikasi faktor penyebab, dalam menentukan hipotesis tindakan

Langkah-langkah penelitian tindakan sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi dan merumuskan masalah

  • Ruang lingkup masalah
  • Identifikasi masalah
  • Masalah harus penting bagi yang mengusulkan dan signifikan dilihat dari segi pengemban program
  • Masalah hendaknya dalam jangkauan penanganan
  • Pernyataan masalahnya harus mengungkapkan beberapa dimensi fundamental mengenai penyebab dan faktor, sehingga pemecahannya dapat dilakukan berdasarkan hal-hal fundamental ini dari pada berdasarkan fenomena dangkal.
  • Rumusan masalah
2. Menganalisis masalah

Untuk mempertajam analisis, peneliti dapat berusaha untuk menjawab sebagaian pertanyaan di bawah ini :

  • Apa hubungan antara individu dan kelompok dalam situasi ini ?
  • Apa yang disingkap oleh situasi ini tentang hubungan antara jatidiri individu dan budayanya ?
  • Bagaimana situasi ini menyingkirkan hubungan kerja antara nilai-nilai orang dan kepentingan diri mereka ?
  • Sejauh mana situasi ini dibentuk oleh kondisi objektif, dan sejauh mana situasi dibentuk oleh kondisi subjektif orang-orang yang terlibat ?
  • Apa yang disingkapkan oleh situasi ini tentang kekuatan, khususnya hubungan antara kendali dan perlawanan ?
  • Apa yang disingkapkan oleh situasi ini tentang hubungan antara teori dan praktek ?
  • Apa yang disingkapkan oleh situasi ini tentang hubungan antara proses dan produk
  • Apa yang disingkapkan oleh situasi ini tentang hubungan antara pendidikan dan masyarakat ?
  • Apa yang disingkapkan oleh situasi ini tentang hubungan transformasi dan reproduksi ?
  • Apa yang disingkapkan oleh situasi ini tentang hubungan antara stabilitas dan perubahan ?
3. Merumuskan hipotesis tindakan

Hipotesis dalam penelitian tindakan bukan hipotesis perbedaan atau hubungan, melainkan hipotesis tindakan. Idealnya hipotesis peneli tian tindakan mendekati keketatan penelitian formal. Namun situasi lapangan yang senantiasa berubah membuatnya sulit untuk memenuhi tuntutan itu.

Contoh hipotesis : ”Bila kebiasaan membaca yang salah dibetulkan lewat teknik perbaikan yang tepat dan kesiapan pengalaman untuk me-mahami konteks bacaan ditingkatkan, maka para siswa akan meningkat kecepatan membacanya”. Bila tindakan sudah dilakukan, ternyata hasil nya meleset, maka peneliti harus merumuskan hipotesis tindakan yang baru, untuk putaran tindakan selanjutnya.

4. Membuat rencana tindakan dan pemantauannya

  • Apa yang diperlukan untuk menentukan kemungkinan terpecah kannya masalah yang telah dirumuskan.
  • Alat-alat dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti/data.
  • Rencana perekaman/pencatatan data dan pengolahannya.
  • Rencana untuk melaksanakan tindakannya dan mengevaluasi hasilnya.
5. Melaksanakan tindakan dan pemantauannya

Data yang dikumpulkan mencakup semua yang dilakukan oleh siapapun yang berada dalam situasi terkait. Untuk menjamin menjamin kelengkapan data, menulis jurnal merupakan bagian dari proses pelaksanaan tindakannya.

Adapun isi jurnal adalah :

  • Rincian program sehari-hari
  • Rincian percakapan, wawancara dengan tamu, teman sejawat, dsb.
  • Pertanyaan untuk penelitian selanjutnya.
  • Gambar, sketsa, contoh gagasan baru
  • Pembuatan log harian mengenai praktek tertentu
  • Amatan tentang penggunaan strategi
  • Refleksi tentang sesuatu yang dilakukan, misalnya pelajaran yang dilakukan.
  • Rencana kegiatan untuk masa datang
  • Respon untuk fokus pertanyaan yang telah ditentukan sebelumnya.
Semua isi jurnal akan menjadi data penelitian tindakan.

6. Mengolah dan menafsir data

Isi catatan/jurnal dipergunakan untuk refleksi. Isi catatan peneliti yang satu dibandingkan dengan yang lain, untuk mengurangi subyektivitas. Data yang diperoleh melalui tes sangat membantu. Hasil analisis disajikan secara kualitatif deskriptif.

7. Melaporkan

Mencakup ulasan tentang butir-butir sebagai berikut :

  • Gagasan umum peneliti, termasuk pengembangan penalaran untuk praktek.
  • Tindakan yang telah dirumuskan itu terlaksana, dan bagaimana tindakan itu dirumuskan kembali untuk masa datang.
  • Pelaksanaan pemantauan, apakah ada kemacetan, apakah terjadi perubahan teknis.
  • Situasi tempat dilaksanakan tindakan
  • Tindakan strategi yang dilakukan, apakah terus, apakah diubah ?
  • Konsekuensi tindakan yang dilakukan, terantisipasi, tak terantisipasi
  • Perubahan peran semua yang terlibat
  • Keberhasilan usaha untuk menjaga kerahasiaan, keleluasaan pribadi, kehati-hatian.
  • Perbaikan dalam praktik dan pemahaman terhadap praktik
  • Pendapat peneliti setelah melakukan tindakan terhadap subjek penelitian.
Pada akhir pelaporan peneliti menyajikan rencana tindak lanjut. Rencana umum revisi termasuk bidang tindakan yang dirumuskan kembali dan langkah-langkah tindakan kedua yang mungkin dilakukan serta teknik pemantauannya.

Metodologi Penelitian BAB X


BAB X
LANGKAH - LANGKAH PENELITIAN KELAS


  1. Menentukan masalah yang akan diteliti
  2. Mengembangkan fokus penelitian
  3. Memilih/menentukan teknik pengumpulan data
  4. Validasi data
  5. Interpretasi
  6. Tindak lanjut
Memilih teknik pengumpulan data
Menggunakan salah satu teknik pengumpulan data

PENGUMPULAN DATA

Data yang terkumpul dipakai untuk menerangkan (sementara) ”apa yang terjadi” di kelas ”mengapa itu terjadi” ”apa yang menyebabkan nya”, hipotesis atau konstruk kategori.

VALIDASI DATA

Validasi data hipotesis, kategori dengan jalan triangulasi (membandingkan persepsi sumber data/informasi yang satu dengan yang lain di dalam/mengenai situasi yang sama). Misal : persepsi situasi mengajar ditinjau dari : guru, siswa dan observer.

CARA LAIN UNTUK MEMVALIDASI DATA

Saturation
Observasi/Interview dilaksanakan berulang-ulang sampai data ”jenuh” (tidak lagi diperoleh data tambahan/baru) sehingga hipotesis tervalidasi.

Kondisi yang harus dipenuhi

  • Kejelasan, mudah dimengerti
  • Relevansi, dapat dilaksanakan
  • Tindakan dapat jelas
  • Kemauan, harus ada minat, motivasi, keinginan untuk berbuat sesuatu
  • Ketrampilan, tanpa adanya ketrampilan yang memadai maka tindakan yang diambil dapat tidak kongruen dengan apa yang kelak diperoleh sebagai hasil penelitian.
CHECKLIST

Untuk mereview laporan penelitian, harus memperhatikan :

  • Apakah informasi telah dikumpulkan sesuai dengan rencana ?
  • Apakah informasi tersebut memang yang diperlukan ?
  • Masalah-masalah apa yang dihadapi ?
  • Apakah mungkin dapat dilaksanakan dengan lebih baik ?
  • Apakah mungkin perlu dipakai cara lain untuk pengumpulan data?
  • Apakah telah dikumpulkan semua data yang relevan ?
  • Haruskah dikumpulkan data tentang pendapat-pendapat siswa, pandangan orang tua, perasaan guru-guru lain, dan sebagainya ?
  • Bagaimana informasi yang telah terkumpul dapat dipakai untuk pengambilan keputusan-keputusan yang lebih efektif tentang proses belajar mengajar ?
  • Apakah masih diperlukan informasi lain ?
  • Apakah informasi yang telah diperoleh dapat diinterogasikan dengan cara lain?
  • Apakah interpretasi dan kesimpulan yang diambil valid/sahih ?
  • Apakah informasi disajikan dalam bentuk jelas ?
  • Apakah informasi-informasi tersebut menunjukkan tindakan-tindakan pengajaran yang lebih baik di masa yang akan datang ?
  • Apakah informasi yang diperoleh dapat didiskusikan dengan murid, teman, atau orang tua ?
  • Siapa yang dapat diikutsertakan, mengapa, bagaimana, dan kapan ?
  • Apakah yang dapat diperoleh dari penelitian ini ?
  • Apakah yang harus dirubah apabila dilakukan penelitian di masa yang akan datang ?
  • Apakah siswa, teman, dan lain-lain mempunyai saran-saran untuk itu ?
  • Dapatkah teman-teman berminat untuk berpartisipasi di dalam penelitian-penelitian di masa yang akan datang ?
  • Apakah teman-teman guru juga ikut mempunyai perhatian mengenai apa yang menjadi masalah ?
  • Apakah teman-teman guru lain mempunyai ketrampilan yang dapat membantu penelitian dalam memonitor diri sendiri ?

Metodologi Penelitian BAB IX


BAB IX
CLASSROOM RESEARCH DAN ACTION RESEARCH

A. CLASSROOM RESEARCH (Penelitian Kelas)

Cara baru bagi guru untuk secara sistematis meneliti proses belajar mengajar di kelas mereka sendiri. Di sini peneliti adalah guru.

TUJUAN :

  • Peningkatan profesionalisme sebagai guru
  • Peningkatan proses belajar siswa
  • Pemahaman bagaimana siswa belajar
  • Pemahaman hubungan belajar mengajar
  • Menguji keefektifan strategi guru dalam membantu siswa belajar.
MANFAAT :

  • Memberikan informasi bagi guru bagaimana siswanya belajar di dalam suatu mata pelajaran tertentu
  • Untuk meningkatkan proses belajar siswa
  • Menjadikan guru : 1) Ahli di bidangnya. 2) Mengetahui karakteristik dan kebutuhan siswa. 3) Mempunyai ketrampilan analisis dan memecahkan masalah. 4) Mempunyai komitmen terhadap peningkatan proses belajar mengajar.
Penelitian dan pengajaran seharusnya dipakai bersama-sama untuk peningkatan proses belajar siswa. Kesenjangan penelitian kelas dan hasilnya dengan praktek pengajaran seharusnya = 0 (tidak ada)

B. PENELITIAN PENDIDIKAN FORMAL

TUJUAN PENELITIAN PENDIDIKAN FORMAL :

  1. Menemukan atau memvalidasi hukum-hukum/prinsip-prinsip umum belajar-mengajar/membangun teori
  2. Memerlukan penguasaan perancangan penelitian teknik pengam bilan sampel, dan analisis statistik.
  3. Bersifat teoritis, sehingga seringkali dirasakan tidak relevan bagi guru
  4. Rancangan seringkali terkontrol ketat, pengambilan sampel secara acak.
  5. Hasil penelitian dapat digeneralisasi ke populasi
KELEMAHAN PENELITIAN PENDIDIKAN FORMAL BAGI GURU :

  1. Mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang bersifat umum/membangun teori
  2. Tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan/kebutuhan guru sehari-hari
  3. Tidak dapat diterapkan di kelas-kelas tertentu
  4. Seringkali metode penelitian biasa tak dapat dipakai di dalam kelas. Misal : pengacakan, adanya variabel-variabel lain.
Dengan penelitian kelas guru dapat menyusun teori sendiri tentang bagaimana siswa dapat belajar dengan baik. Penelitian kelas berorientasi pada tindakan (action)

C. ACTION RESEARCH

TUJUAN ACTION RESEARCH adalah :

  1. Mengembangkan ketrampilan/pendekatan (mengajar) baru
  2. Memecahkan masalah dengan jalan langsung penerapan di kelas
SIFAT-SIFAT KARAKTERISTIK :

  1. Praktis, relevan dengan situasi nyata
  2. Subjek siswa, pengelola dan sebagainya
  3. Memberikan cara memecahkan masalah/pengembangan
  4. Empirik, berdasarkan observasi yang sesungguhnya
  5. Fleksibel, dapat dirubah selama masa percobaan/penelitian
  6. Sistematis namun kurang mengontrol validitas internal/ekster nal
LANGKAH-LANGKAH :

  • Tentukan masalah/tujuan
Misalnya :

  1. Apakah yang membutuhkan adanya perbaikan/peningkatan ?
  2. Bagaimana memecahkan masalah yang ada?

  • Kajian pustaka mengenai apa yang sudah pernah dilaksanakan dalam menghadapi masalah seperti ini.
  • Formulasi hipotesis atau strategi/pendekatan dengan jelas
  • Buat situasi penelitian, nyatakan prosedur/kondisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
  • Tentukan kriteria evaluasi, cara-cara pengukuran, dan lain-lain untuk memperoleh data
  • Analisis data yang diperoleh
  • Adakan evaluasi tentang hasilnya
D. PERBEDAAN ANTARA ACTION RESEARCH DAN CLASSROOM RESEARCH

ACTION RESEARCH
CLASSROOM RESEARCH



  • Sering kali dilaksanakan oleh orang luar
  • Langkah-langkah ditentukan sebelumnya
  • Bersifat prespektif
  • Orientasi fungsional

  • Dilakukan oleh guru sendiri                     
  • Langkah-langkah bebas, (tidak ditentukan sebelumnya)
  • Memecahkan masalah
  • Orientasi ekletik

E. KRITERIA PENELITIAN KELAS

PRINSIP-PRINSIP :

  1. Tugas utama guru mengajar, penelitian tidak boleh mengganggu kegiatan utama tersebut
  2. Pengumpulan data tidak boleh mengganggu/menyita waktu guru terlalu banyak
  3. Metodologi harus cukup reliabel
  4. Masalah harus membuat guru tertarik dan tidak terlalu sulit serta dapat dipecahkan
  5. Harus memperhatikan etika penelitian, seperti : 1) Memperoleh ijin. 2) Yang diteliti harus dihormati hak-haknya, misal kerahasiaan. 3) Semua yang tercakup harus disetujui dengan prinsip-prinsip penelitian sebelum dimulai. 4) Harus ada laporan.
F. MENCARI FOKUS PENELITIAN

Tidak selalu harus mulai dengan masalah mungkin sesuatu harus/dapat ditingkatkan.
Misal :

  • Apa yang terjadi sekarang ?
  • Mengapa itu menjadi masalah ?
  • Apa yang dapat saya lakukan ?
G. BILAMANA PENELITIAN KELAS DILAKUKAN

Penelitian kelas dapat berupa keinginan untuk meneliti :

  • Diri-sendiri

  1. Mengapa orang-orang/anak-anak tidak senang....
  2. Apa yang dapat saya lakukan....
  3. Ada sesuatu yang ingin saya lakukan untuk memperbaiki....
  4. Bagaimana pengalaman....dapat diterapkan di....
  • Pertanyaan kepada siswa :
  1. Hal-hal apakah yang menurut anda penting, yang telah dipelajari di dalam sesi/pertemuan ini ?
  2. Apakah yang masih merupakan tanda tanya bagi anda ?
Penelitian kelas dimulai dengan suatu asemen kelas (Classroom Assessment)

TUJUAN CLASSROOM ASSESMENT :

  1. Menilai apa yang telah dipelajari siswa
  2. Menyesuaikan pembelajaran sebelumnya
  3. Bukan untuk memberi skor terhadap keberhasilan/prestasi siswa.
KEGUNAAN CLASSROOM ASSESMENT :

  1. Peningkatan pembelajaran
  2. Memotivasi siswa
  3. Mendetaksi kelemahan-kelemahan siswa, misal : konsepsi yang salah
  4. Evaluasi diri (self evaliation) pada siswa dengan jalan analisis prestasinya
  5. Pendukung pembelajaran : a) Kurikulum. b) Pengembangan profesional
  6. Kebiasaan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar sekolah, yang penting : a) Siswa harus tahu dan memahami apa artinya memperoleh sukses. b) Tunjukkan target. Beri kesempatan untuk mencapai target dan menunjukkan kemampuan.
HASIL CLASSROOM ASSESMENT :
Bukan hanya berupa skor, tetapi juga bentuk-bentuk informasi lain, misal :

  • Deskripsi tingkah laku
  • Pertimbangan-pertimbangan
  • Sosiogram, dan sebagainya.
CARA MELAKUKAN CLASSROOM ASSESMENT :

  1. Menganalisis hasil tes
  2. Mengumpulkan informasi secara kontinu wawancara, observasi, dan sebagainya
  3. Ujian-ujian open book, take home exam dan sebagainya
SEBELUM MELAKUKAN CLASSROOM ASSESMENT SISWA DIAJAK UNTUK :

  1. Menentukan target (materi yang harus dikuasai, masalah yang harus dipecahkan, ketrampilan yang harus diperoleh dan sebagainnya)
  2. Merancang, pengembangan, pengolahan data/prestasi dan interpretasi hasil assessment
  3. Menentukan criteria dan prosedur penilaian. Siswa perlu dapat menilai prestasi sendiri dan membandingkannya dengan orang lain.
MASALAH
Pertanyaan-pertanyaan yang sering menjadi masalah dalam penelitian kelas :

  • Mengapa siswa tidak dapat belajar ?
  • Mengapa siswa tidak mau belajar ?
ALASAN

  • Belum menguasai prerekuisit
  • Guru tidak menyelesaikan target yang harus dicapai
  • Strategi/bahan instruksional tidak memadai
  • Tidak mempunyai motivasi
  • Ada faktor-faktor di luar sekolah dan kontrol guru yang menghambat proses belajar siswa.
MASALAH SEBAIKNYA DIPILIH YANG :

  • Mungkin diteliti
  • Jelas
  • Menarik secara instrinsik
  • Dapat dilakukan bersama teman
  • Ada hubungannya dengan kepentingan sekolah.
RAMBU-RAMBU PENELITIAN :

  1. Jangan mengambil masalah yang tidak dapat lagi dipecahkan
  2. Ambil masalah-masalah dengan ruang lingkup yang terbatas dulu
  3. Pilih sesuatu yang penting untuk anda dan siswa anda
  4. Sedapat mungkin bekerja sama dengan teman
  5. Hubungan penelitian anda dengan tujuan-tujuan atau prioritas yang ada dalam pengembangan sekolah.
LANGKAH AWAL DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN KELAS :

  • Perhatikan :

  1. Apa yang terjadi/ada sekarang ?
  2. Mengapa hal tersebut merupakan masalah ?
  3. Apa yang dapat saya lakukan untuk menanggulanginya/me-mecahkan masalah tersebut ?
  • Kemudian :
  1. Buat daftar tentang hal-hal/masalah yang anda temui.
  2. Nilai kegunaannya, penting tidaknya, dan kemungkinan masalah tersebut diteliti.
SUMBER/TITIK TOLAK MASALAH UNTUK PENELITIAN KELAS KARENA KESENJANGAN DALAM KINERJA :

  • Ada perbedaan antara pandangan/filsafat guru dengan tingkah laku siswa di kelas.
  • Ada perbedaan antara tujuan-tujuan pelajaran yang dinyatakan guru dengan apa/cara yang dilakukan siswa di kelas.
  • Ada kesenjangan antara persepsi guru dan persepsi siswa, mengenai pelajaran.
PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK PENELITIAN KELAS BERSIFAT :

  • Terbuka-menghasilkan hipotesis
  • Tertutup-verifikasi (pengujian) hipotesis
PRINSIP-PRINSIP PENDEKATAN PADA :
Pertanyaan yang bersifat terbuka :

  • Daerah (cakupan) pertanyaan luas
  • Melakukan pra-penelitian
  • Mempersempit fokus penelitian
Pertanyaan yang bersifat tertutup :

  • Diambil masalah khusus
  • Susun masalah
  • Pilih metodoligi
TEKNIK PENGUMPULAN DATA :

1. OBSERVASI

Merupakan cara utama dalam penelitian kelas
Pelaksanaan observasi terdiri dari :

  • TERBUKA
Mencatat apa yang terjadi selama pengajaran (fakta) sering kali tidak terfokus.

CARA MELAKUKAN OBSERVASI TERBUKA
Observasi mencatat informasi faktual/diskriptif, misal :
Ketrampilan mengajar.
†  Prestasi                                    : ...........................................................
†  Mengajar langsung      : ...........................................................
†  Mengajar tak langsung            : ...........................................................
†  Suara                           : ...........................................................
†  Teknik bertanya                      : ...........................................................
†  Umpan balik                : ...........................................................
†  Materi pelajaran                      : ...........................................................
†  Harapan-harapan         : .....................................................................


  • TERFOKUS
Ada fokus tertentu, misal : cara mengajar, bertanya dan sebagainya.

CARA MELAKUKAN OBSERVASI TERFOKUS
1. Pertanyaan (untuk melihat jenis pertanyaan yang di ajukan guru):

  • Jenis pertanyaan

  1. Akademik : faktual
  2. Akademik : opini
  3. non akademik : pribadi, prosedural, disiplin,
  • Jenis respon yang diinginkan
  1. Pertanyaan pikiran
  2. Pertanyaan fakta
  3. Pertanyaan pilihan
  • Pemilihan responden
  1. Memanggil nama (sebelum bertanya)
  2. Volunteer (setelah bertanya)
  3. Non volunteer (setelah bertanya)
  • Istirahat (setelah bertanya)
  1. Istirahat sebentar sebelum memanggil nama siswa
  2. Tidak istirahat sebelum memanggil
  3. Panggil nama sebelum bertanya
  • Cara/tekanan suara dalam bertanya :
  1. Pertanyaan sebagai stimulasi
  2. Pertanyaan sebagai fakta
  3. Pertanyaan sebagai ujian/menakutkan
Contoh :

A
B
C
D
E
1
1
2
2
1
2
2
1
2
2
1
2
3
1
2
2
1
2
4
2
3
2
1
2
5
1
1
2
1
2
6
:
:
:
:
:


2. Sekuensi pertanyaan a) Acak b) Menurut urutan tertentu
3. Apakah siswa bertanya ?
4. Apakah ada interaksi siswa-siswa ?

  • TERSTUKTUR
  • SISTEMATIS
KRITERIA PELAKSANAAN OBSERVASI YANG BAIK :
1. Perencana bersama

  • Harus ada saling percaya antara yang diobservasi
  • Harus ada kesesuaian mengenai apa yang akan diobservasi
  • Materi/konteks pelajaran harus dibicarakan
  • Kapan/dimana observasi dilaksanakan
  • Dimana duduk observasi
  • Bagaimana berinteraksi dengan siswa, dan sebagainya
Semakin spesifik dan terfokus observasi, semakin perlu adanya perencanaan bersama

2. Fokus

Ada 2 (dua) macam fokus observasi, yaitu :

  • Umum
  • Khusus untuk suatu jenis kegiatan tertentu
Bahayanya fokus observasi yang bersifat umum adalah :

  • Tidak mempunyai kriteria sebagai pegangan
  • Interpretasi mengenai kegiatan di kelas lebih bersifat subjektif.
Karenanya : lebih baik ditentukan dahulu dan disepakati apa yang akan diteliti/diobservasi.

3. Penentuan Kriteria

Untuk dapat lebih mengarahkan observasi perlu ditentukan sebelumnya kriteria observasi dan standard. Misal : mengajar dengan baik, apa kriteria untuk itu ? kriteria perlu disepakati bersama dan direview secara berkala.

4. Ketrampilan observasi

  • Jangan menilai, karenanya perlu diketahui sebelumnya apa yang akan dinilai
  • Ketrampilan interpersonal membutuhkan kepercayaan dan suportif sehingga yang diobservasi tidak merasa terganggu.
  • Membuat jadwal/rancangan untuk dapat memperoleh data mengenai kegiatan-kegiatan di kelas.
5. Umpan balik

Hasil observasi akan baik kalau diberikan umpan balik, jangan :

  • Dilaksanakan tergesa-gesa
  • Memberikan penilaian
  • Searah saja
Umpan balik perlu diberikan :

  • Secepat mungkin
  • Berdasarkan pencatatan yang sistematis
  • Berdasarkan data/fakta
  • Berdasarkan kriteria yang disepakati
  • Sebagai bagian dari diskusi dua arah
PRINSIP-PRINSIP YANG PERLU DIINGAT DALAM MELAKUKAN OBSERVASI :

  • Interaksi observasi-guru harus menyenangkan anak
  • Tujuan observasi : meningkatkan pengajaran di kelas dan memberikan penguatan terhadap strategi yang berhasil, bukan memberi kritik atau merubah kepribadian guru.
  • Proses tergantung pada pengumpulan pemakaian data obser-vasi yang bersifat objektif
  • Guru dianjurkan untuk membuat interensi mengenai pengajaran nya, dari data yang ada menyusun hipotesis yang dapat diuji.
  • Setiap siklus observasi merupakan bagian dari suatu proses yang dibentuk dari proses lain.
  • Observer dan guru bersama-sama berpartisipasi dalam suatu proses pengembangan profesional yang dapat menuju ke pening katan mutu pengajaran dan ketrampilan observasi.
2. CATATAN LAPANGAN (field-notes)

  • Dapat dipakai untuk memberikan perhatian pada satu isu khusus/tingkah laku guru.
  • Dapat menggambarkan keadaan umum di kelas + suasananya.
  • Dapat memberikan deskripsi secara berkesinambungan mengenai seorang siswa yang akan diteliti sebagai studi kasus.
  • Dapat mencatat perkembangan guru sendiri
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CATATAN LAPANGAN

KELEBIHAN
Mudah menyusunya tanpa bantuan orang lain
Merupakan catatan yang on going, dapat dipakai sebagai catatan harian.
Informasi tangan pertama, dapat dipelajari oleh guru sendiri
Dapat menunjukkan hubungan antar kejadian
Sangat berguna untuk menyusun satuan studi kasus

KEKURANGAN

  1. Memerlukan alat-alat bantu lain, seperti rekaman tape, transkrip dan sebagainya kalau membutuhkan informasi lebih lanjut.
  2. Tidak mungkin mencatat seluruh percakapan
  3. Baik untuk kelompok kecil, sulit untuk kelas yang besar
  4. Memerlukan waktu banyak
  5. Dapat sangat subyektif.
3. CATATAN HARIAN (log)

Sebagai informasi yang seringkali dapat berlawanan dengan apa yang dicatat guru dalam field notes.

KEGUNAAN :

  • Memberikan gambaran tingkah laku siswa selama suatu periode mengajar tertentu.
  • Dapat memberikan informasi tentang suasana di kelas
  • Dapat dipakai sebagai bahan trianggulasi (pengecekan kembali dari sudut lain)
  • Siswa harus dapat bebas mencatat dan memberi komentar mengenai gurunya dan aspek-aspek lain di kelas/sekolah.
KELEBIHAN :

  • Memberi umpan balik dilihat dari sudut pandang siswa.
  • Dapat merupakan catatan mengenai suatu episode tertentu atau suasana kelas secara umum.
  • Dapat membantu mengidentifikasi masalah pribadi siswa
  • Mengajak siswa ikut serta dalam meningkatkan mutu kelas.
  • Dipakai sebagai bahan triangulasi
KEKURANGAN :

  • Seringkali tidak umum di lakukan di sekolah
  • Sukar bagi anak kecil untuk mencatat gagasan dan perasaan-nya
  • Siswa dapat merasa tidak enak untuk membicarakan perasaan nya dengan gurunya.
  • Dapat sangat subyektif
  • Dapat menimbulkan masalah-masalah etis
4. INTERVIEW

  • Memerlukan waktu lama, karena itu biasanya hanya dibatasi pada kasus khusus.
  • Merupakan sumber informasi yang sangat baik.
  • Dapat terjadi antara

  1. Guru – Siswa
  2. Observer – Siswa
  3. Siswa – Guru
  4. Guru – Observer
INTERVIEW DAPAT BERLANGSUNG EFEKTIF, APABILA :

  • Jadi pendengar yang baik dan hargai pendapat siswa.
  • Usaha menempati posisi yang netral sifatnya, jangan mengeluarkan pendapat anda tentang :

  1. Subyek yang didiskusikan, atau
  2. Gagasan siswa tentang subyek tersebut
  • Jangan menunjukkan keheranan atau ketidak setujuan tentang pendapat siswa
  • Berilah rasa aman dan ketenangan kepada siswa
  • Berilah keyakinan kepada siswa bahwa apa yang akan dikatakan tidak akan mempengaruhi kinerjanya
  • Berilah keyakinan bahwa tidak ada jawaban yang benar/salah.
  • Ajukan pertanyaan yang sama untuk setiap responden
KELEBIHAN INTERVIEW :

  1. Guru dapat langsung berhubungan dengan siswa
  2. Siswa dapat lebih mengenal guru lebih bebas
  3. Guru dapat langsung mencari informasi yang diperlukan
  4. Dapat dilakukan kepada siswa di dalam/di luar kelas.
  5. Dapat langsung mendiskusikan masalah yang muncul, dan memperoleh informasi segera.
KEKURANGAN INTERVIEW :

  1. Memakan waktu yang lama
  2. Dapat dilakukan dengan bantuan alat-alat perekam yang mungkin saja memberikan kelemahan-kelemahan.
  3. Sukar dilakukan pada anak kecil, khususnya untuk melihat/menerangkan perasaan/gagasan.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN INTERVIEW OBSERVER-SISWA


  • KELEBIHAN

  1. Guru dapat bebas mengerjakan hal lain selama interview menggali informasi dari siswa
  2. Siswa seringkali merasa lebih senang/bebas untuk berbicara dengan orang lain (bukan guru)
  3. Observasi dapat lebih objektif dari pada guru
  4. Observasi/wawancara dapat tetap memberi perhatian terhadap informasi-informasi yang telah ditentukan sebelumnya (tidak menyimpang)
  • KEKURANGAN
  1. Siswa tidak mengenal observer/interviewer, sehingga agak tidak mau memberi informasi yang diperlukan
  2. Apabila guru yang menjadi peneliti maka data yang diperoleh akan merupakan data sekunder, dan dapat menyimpang/bias karena interview.
  3. Sangat memakan waktu lama karena melalui siswa-interviewer-guru.
  4. Sulit memperolah interviewer yang trampil dan melapor kan kepada guru.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN INTERVIEW SISWA-SISWA

KELEBIHAN

  • Antar siswa tidak ada rasa segan/takut mengeluarkan pendapat/perasaan.
  • Guru dapat bebas mengerjakan hal lain
  • Dapat menghasilkan hal-hal/pandangan-pandangan yang tidak umum/tak terduga.
KEKURANGAN

  • Siswa belum biasa dengan teknik ini
  • Dapat menimbulkan perpecahan/keonaran.
  • Siswa (interviewer) harus mendiskripsikan informasi.
5. REKAMAN VIDEO/AUDIO

KEGUNAAN

  1. Sebagai alat untuk mengidentifikasi aspek-aspek tertentu dalam proses mengajar guru
  2. Untuk memberikan bukti-bukti yang lebih terpenrinci mengenai aspek-aspek tertentu di dalam pengajaran.
  3. Sebagai sumber data tambahan untuk asesmen di kelas
KELEBIHAN

  1. Sangat berguna untuk memonitor percakapan
  2. Dengan mudah dapat memberikan informasi
  3. Dapat ditinggal dan dibawa kemana-mana
  4. Mencatat percakapan kepribadian
  5. Dapat menelusuri perkembangan aktivitas kelompok
  6. Dapat mendukung asesmen kelas
KEKURANGAN

  1. Tidak mencatat kegiatan-kegiatan yang tanpa suara
  2. Dapat saja mencatat hal-hal yang tidak relevan/berguna
  3. Dapat mengganggu siswa
  4. Dapat terganggu dalam pencatatan, karena masalah teknis perekaman
  5. Seringkali mahal dan memerlukan waktu banyak.
6. KUESIONER

  1. Merupakan alat yang dapat dengan cepat dipakai memperoleh informasi mengenai beberapa aspek di kelas.
  2. Sulit menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk anak-anak kelas awal/rendah.
  3. Buat respons hanya 2-3 macam saja
  4. Buat pertanyaan-pertanyaan sesederhana mungkin
  5. Jangan sampai pertanyaan tidak jelas
  6. Satu pertanyaan hanya menanyakan satu hal tertentu
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KUESIONER

KELEBIHAN

  • Mudah dilaksanakan, mudah diisi
  • Mudah dikumpulkan/cepat
  • Dapat memberikan perbedaan langsung untuk kelompok/ individu
  • Memberi umpan balik mengenai :

  1. Sikap
  2. Tingkah laku guru
  3. Sarana/sumber
  4. Persiapan pertemuan berikutnya
  5. Kesimpulan pada akhir semester
  • Data dapat dikualifikasi
KEKURANGAN

  1. Memerlukan waktu untuk analisis data
  2. Memerlukan persiapan dan kemahiran untuk menyusun pertanyaan-pertanyaan yang jelas dan relevan
  3. Keefektifan kuesioner tergantung banyak dari kemampu an membaca dan pemahaman siswa.
  4. Siswa dapat takut menjawab apa adanya
  5. Siswa dapat mencoba memberi jawaban yang menye nangkan.
7. SOSIOMETRI

Sosiometri atau analisis sosiometrik adalah teknik untuk :

  • Mengatur struktur emosional suatu kelompok, seperti pera-saan tertarik, acuh tak acuh, dan tidak disukai yang terjadi antara anggota suatu kelompok
  • Mengidentifikasi siswa yang secara sosial terisolasi sehingga dapat diadakan remedial.
CARA :

  1. Beri setiap anak secarik kertas
  2. Tulis nama masing-masing di atasnya
  3. Guru menulis semua nama siswa di atas papan tulis, juga yang sedang absen
  4. Di sebelah kiri kertas siswa diminta menulis nama-nama teman yang paling mereka senangi/mau bekerja sama.
  5. Paling atas yang paling disenangi, dan seterusnya ke bawah.
  6. Di sebelah kanan atau di baliknya ditulis nama-nama yang paling mereka tidak sukai/tidak mau kerja sama
  7. Masing-masing siswa tidak perlu tahu hasil teman-temannya
SOSIOGRAM
                                                                        F
                                    G
                                                                                    E
                                                A
                                                                                                B
                                                                        C
                                                                                                D

                        Ditolak
                        Diterima

8. DOKUMENTER

Surat-surat hasil-hasil ujian, cliping, dan sebagainya dapat merupakan informasi yang berguna.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DOKUMENTER


  • KELEBIHAN

  1. Memberi gambaran tentang issues mengenai kurikulum, teknik mengajar, dsb.
  2. Memberi latar belakang, konteks, dan pemahaman
  3. Merupakan cara yang mudah untuk memperoleh data/informasi tentang persepsi seseorang
  • KEKURANGAN
  1. Seringkali tidak mudah untuk memperoleh data
  2. Beberapa dokumen dapat saja sulit didapat
  3. Seringkali orang tidak mau memberikan dokumen yang bersifat rahasia
9. SLIDE/FOTO

Biasanya dipakai untuk mengabadikan kejadian-kejadian khusus di kelas, atau menggambarkan episode, juga dipakai sebagai data pendukung dalam interview.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SLIDE/FOTO


  • KELEBIHAN

  1. Memberikan gambaran tentang, aktivitas siswa di kelas, hasil pekerjaan, atau sebagai stimulus diskusi
  2. Sebagai alat untuk memperoleh komentar orang lain (guru) yang kebetulan tak ada pada waktu itu.
  • KEKURANGAN
  1. Hanya menunjukkan kejadian suatu waktu tertentu
  2. Tidak mencatat secara mendalam
  3. Tidak dapat mengonsentrasikan perhatian untuk kelom-pok besar
  4. Gambaran tidak selalu mampu menunjukkan kegiatan siswa (yang membuat foto harus sangat selektif)
10. STUDI KASUS (Case Study)

Analisis mengenai suatu aspek kehidupan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STUDI KASUS


  • KELEBIHAN

  1. Cara yang mudah menggambarkan kemajuan suatu mata pelajaran atau reaksi siswa terhadap metode mengajar guru.
  2. Informasi cenderung akurat dan representatif diban-ding apa yang diperoleh melalui cara-cara yang lain karena biasanya diperoleh melalui berbagai cara
  • KEKURANGAN
  1. Studi kasus agar bernilai harus benar-benar mendalam
  2. Persiapan maupun menulisnya memerlukan waktu yang lama
  3. Umpan balik kepada guru setelah waktu yang cukup lama
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com